Tampilkan postingan dengan label LDR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LDR. Tampilkan semua postingan

Surat Cinta dari Tuhan

Singkatnya, kira-kira tahun lalu, agak lupa tepatnya bulan apa, saya mengikuti sebuah Kamp Wanita Bijak Single. Kamp ini awalnya hanya diperuntukan bagi suami istri, yang suami mengikuti Kamp Pria Sejati, sedangkan si istri mengikuti Kamp Wanita Bijak. Nah, akhirnya dibuatlah kamp untuk mereka yang belum menikah, dengan ditambahi judul 'single'.
Dalam kamp ini saya merasa sangat terberkati, banyak hal yang dibahas mengenai kekristenan dalam sudut pandang wanita single, serta banyak hal dan sesi-sesi yang membuka mata, hati, dan pikiran saya. 
Bukan mau sok bijak, tapi menurut saya pribadi, kamp ini menjadi motivasi saya untuk berpikir dan bertindak sebagaimana mestinya menjadi wanita-wanita yang Tuhan rindukan.
Banyak hal yang saya dapatkan, mungkin akan saya share di posting saya berikutnya. 
Tapi, ceritanya begini.
Bisa dibilang saya sedang berada dalam masa-masa sendu. 
Bukan mau dirasa-rasain, tapi memang kenyataannya. Ada suatu masalah yang menurut saya serius dan berat. Saya ga nyangka harus menghadapinya (lagi). 
Singkatnya, itu menyakitkan. Amat. Tapi, ketika KUAT yang hanya menjadi satu-satunya pilihan, maka menjadi KUAT lah yang harus saya pilih. Susah, memang. 
Sampai akhirnya, kemarin saat saya membereskan lemari, saya menemukan banyak barang yang kembali memutar semua kenangan dan mengingatkan saya pada seseorang. Tapi diantara semua barang itu, saya menemukan sebuah surat. 
Surat itu diberikan oleh pembimbing saya  di hari terakhir kamp. Surat itu ditulis oleh pembimbing saya jauh sebelum saya bertemu dengannya. Entah kenapa, isinya pas dan seperti menohok saya. 
Saya percaya, bukan suatu kebetulan kakak pembimbing saya menuliskan surat itu untuk saya. Yang saya percaya, saat kakak itu berdoa meminta petunjuk Tuhan saat ingin menulis surat untuk saya, bukan dia yang sedang menulis tapi Tuhan sendiri yang sedang menulis. Amin.
Begini lah isinya:


To: Deviena Dameria Sagala


Salam Sejahtera,


"Deviena Dameria Sagala, demikian Tuhan menciptakan engkau
Dia mengenal nama mu, Dia tahu nama mu dan Dia memanggil nama mu dengan lembut.
Engkau ada di bumi ini bukan suatu kebetulan, karena tidak ada yang terjadi di dunia ini tanpa seijin KU,
Semuanya ada di dalam kendali tangan KU, meskipun engkau berpikir dan melihat sesuatu keadaan yang kacau dan tidak terkendali di sekeliling hidup Mu, percayalah pada KU
Aku Allah yang punya kuasa untuk mengambil alih dan mengendalikan segala sesuatu.
Jangan takut, jangan ragu, jangan bimbang, percayalah pada KU.


Aku ingin engkau maju dan jangan menyerah
Jangan melihat kepada masa lalu, jangan ingat-ingat yang dahulu, apa pun keadaanmu, apa pun masa lalu mu.
Aku mengasihi Mu, Aku mau engkau melihat ke depan karena Aku menyediakan bagimu masa depan yang penuh harapan,
sekalipun engkau berkata 'aku tak punya harapan', tapi ketahuilah Aku sanggup mengerjakannya buat mu, Anakku.
Datanglah kepada Ku dan kembalilah kepada Ku,
serahkan semua duka mu,
luka mu,
karena Aku yang akan memulihkan mu,
dan ketika Aku memulihkan engkau,
keadaanmu akan seperti orang yang bermimpi,.............."


Kira-kira itu sepotong surat yang diberikan oleh pembimbing saya yakni Kak Uli. Apa pun persepsi orang ketika membaca posting ini, bagi saya, surat ini sangat berarti dan sungguh Tuhan Maha Tahu keadaan yang akan menimpa saya jauh sebelum saya mengalaminya.
Gbu


"Broken Vow"

Tell me her name
I want to know
The way she looks
And where you go

I need to see her face
I need to understand
Why you and I came to an end
Tell me again
I want to hear
Who broke my faith in all these years

Who lays with you at night
When I'm here all alone
Remembering when I was your own

[Chorus:]
I'll let you go
I'll let you fly
Why do I keep asking why
I'll let you go
Now that I found
A way to keep somehow
More than a broken vow
Tell me the words I never said
Show me the tears you never shed
Give me the touch
That one you promised to be mine
Or has it vanished for all time

[Chorus]
I close my eyes
And dream of you and I
And then I realize
There's more to life than only bitterness and lies

I close my eyes
I'd give away my soul
To hold you once again
And never let this promise end

Lagi,

tersurat, bukan tersirat
Ada
bukan satu, tapi banyak
Petir..

Raisa - Apalah Arti Menunggu

telah lama aku bertahan
demi cinta wujudkan sebuah harapan
namun ku rasa cukup ku menunggu
semua rasa tlah hilang

sekarang aku tersadar
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
apalah arti aku menunggu
bila kamu tak cinta lagi
namun ku rasa cukup ku menunggu
semua rasa tlah hilang

sekarang aku tersadar
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
apalah arti aku menunggu
bila kamu tak cinta lagi

dahulu kaulah segalanya
dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku
namun sekarang aku mengerti
tak perlu ku menunggu sebuah cinta yang sama

Lebih dari Sekadar Memori

Sabtu ini berakhir dengan cerita malam bersama salah satu 'lebih dari teman' gue yakni Inna. Masih inget mungkin ya Inna itu siapa? Ya, Inna dan Rena, dua 'lebih dari teman' gue. 
Memang benar ya, ga ada yang tahu hari esok. 
Begitupun dengan cerita cinta, hmm terlalu berat, mungkin lebih pas kalo dikatakan kisah kasih. Ya, kisah-kisah itulah yang membentuk persahabatan ini. 


Ga pernah terbayangkan sebelumnya, kalo harus merasakan kisah kasih seperti yang kami dan beberapa teman diluar sana merasakan. Kalo kata teori komunikasi, salah satu element dari komunikasi efektif ya harus ada channels untuk menyampaikan pesan. Tapi, boro2 channels (re:alat komunikasi, waktu komunikasi), source nya aja ga ada buuung. Kebayang ga, menjalin kasih tapi ga bisa komunikasi efektif dalam waktu yang lama? Ya kalo mengutip kata-kata seorang teman gue saat gue cerita, "buset gue ga ketemu seminggu aja udah die, deeev". Hi Boys, coba renungkan kembali dan syukuri deh, saat kalian berada di 'tahap awal' untuk bertanding, saat kalian lolos, saat kalian masuk dalam 'babak karantina', saat kalian merasakan deg-degan super dahsyat di hari pengumuman, dan saat akhirnya kalian resmi menjadi 'pemenang' dalam pertandingan itu, ada kami lho yang men-support, mendoakan, memotivasi, dan menunggu.. Pernah ninggalin? Tidak. 


Menghabiskan malam tanpa bintang, iya itu cuplikan lagu agaknya.
Tapi bener kok, bintang itu kalian. Yang mungkin saat ini masih atau pernah ada di hati kami. 
Melalui hari demi hari dengan tanda tanya besar, 'sedang apa kalian, bagaimana hari kalian, bagaimana kabar kalian, apakah ada masalah,' dan melalui hari demi hari dengan kerikil kesedihan, 'sepi, butuh cerita, butuh dukungan, lagi ada masalah'. 5 bulan tanpa komunikasi, bahkan sampe skrg pun masih susah komunikasi. Nyesek? Bangettt. Pernah ninggalin? Ga, sama sekali. Kami menunggu dengan sabar, menunggu dengan setia, walaupun sesak. 


Lalu, masih ingat dengan PHI? Ya, perjuangan pertama. Empat hari tak terlupakan menyusuri rute Pejaten-Cempaka Putih




Kita dateng lho kesana, mengejar waktu supaya sebelum jam setengah 8 sudah sampai dan bisa ngintip dari luar. Pernah juga, tiba-tiba jam 6 masuk sms "eh udah bisa dikunjungin ayo cpt dateng yang". Langsuuung heboh panik, buru-buru pergi, dan sampe sana? Eng ing engggg perubahan jadwal dan harus nunggu sampai jam makan malam selesai. 
Empat hari kesana, bawa oleh-oleh (mostly J.Co :p ) untuk kalian makan 'diam-diam', sebenarnya kalo dipikir-pikir, terjadi ketidakseimbangan sih antara waktu dan jarak tempuh oleh tiga gadis dibandingkan dengan waktu ketemu disana. Tapi, kami syukuri itu. Ini perjuangan. Ini pengorbanan. Ini bukti kami mengasihi kalian. Ini bukti kami menghargai kalian. 


Di hari pertama kalian sampai, kita mobil pertama yang datang. akhirnya gue nekat nanya ke bapak-bapak penjaga, dimana blok kalian nginep. hahaha, dan sambil nunggu bis kalian datang, ini yang kami lakukan. 
*ohya sebelum lupa, mesh 'nyolong' bunga dari wisma PHI, terus ngasi ke gue. Hahaha konyol

Belum sampai disitu. Ada lagi kisah lain. Kisah Selapa. 
Datang lagi, tapi syukurlah kali ini lokasi nya dekat dengan rumah :) Berpikir keras bagaimana caranya membagi waktu antara jadwal kuliah dengan jadwal kunjungan. 
Disini ada yang galau. Hahaha. Entah kenapa tiap menunggu jam kunjungan di sekitar lapangan, selalu aja ada lagu Tertatih by Kerispatih. S-E-L-A-L-U, dan kami selalu tertawa terbahak-bahak kalo disela-sela perbincangan tiba-tiba ada lagu itu dari siaran radio, tiba-tiba lagi nelfon temen, backsoundnya juga lagu itu. Ya, pokoknya dilegalkan lagu tersebut menjadi soundtrack kisah Selapa hahahaaha.
Pengalaman menarik, pulang dari kampus terus ada bus kalian, dan gue kebut supaya deketan, dengan maksud "jarak kita cuma dalam beberapa cm lhooo mesh" tapi pas gue liat, cuma ada kepala-kepala yang nempel ke kaca dengan mata tertutup hahaha.
Iya di Selapa, itu sweet. Itu indah. Itu tak terlupakan. Pertama kalinya mesh SALTO diakhiri dengan KAYANG, yang lalu disoraki oleh teman-temannya "show off mentang-mentang ada pacarnya". hahaha kocak luar biasa. 
Belum lagi, pengalaman Inna dengan "nge-gas" nya, dan Rena yang sempat berpisah sebentar karena menemani camer :p


ini waktu S bersin yang menimbulkan dengan sengaja suara "HACCIM" yang menggelegar sampe orang tua yang ada disana menoleh ke arah kami. lol. 

*oke kalo waktu itu bunga, sekarang dia nyolong jeruk, tapi asem. 
Nunggu di dalam mobil, sambil tebak-tebakan muka, dan cara jalan 'mereka' yang lalu lalang di luar. Tebak-tebakan ada yang kami cari atau ga. Ini bagian yang paling lucu sih kalo dipikir-pikir. 

Bukan untuk menyudutkan, apalagi minta balas pamrih atau bahkan perhitungan. Ga, sama sekali tidak. 
Tapi, coba renungkan kembali, setiap kalian mau melakukan hal yang tidak sepantasnya kalian lakukan. Siapa sih yang ada untuk kalian disaat kalian baru menjadi kaki, dan kini menjadi badan, dan sebentar lagi menjadi kepala? 
Siapa yang mau menjaga hati? 
Pantaskah bila kalian membalasnya dengan perlakuan menyakitkan?
Menungggu. 
Tak ada yang tahu sampai kapan, tapi yang kutahu aku masih manusia..
Punya batas dan perasaan..
Hukum Take and Give berlaku dalam kehidupan, mungkin bukan sekarang, tapi akan ada waktunya.

Tentunya kisah diatas hanya sedikit dari semua kisah selama kurang lebih dua tahun ini. Banyak nangisnya, banyak ketawanya. Terima kasih banyak untuk Rena dan Inna, penasaran banget sama apa yang akan terjadi diantara kita berenam di masa depan. But for me, I found new bestfriends. Thank you for caring, laughing, narcism, eating, and of course stalker-ing hihihihihi :p
Waktu berlalu, perubahan terjadi. 
Tapi memori, ga akan berubah apalagi hilang. 
Sekali lagi, thank you :'''') :***




I Hope

Terserah mau bilang apa setelah baca tulisan ini. Keliatannya galau ya? Iya sih emang galau. Iya, betul, gue galau. 

The best relationship is 

When you two can act like lovers and bestfriends.
Kaya apa sih lovers itu? Bayangin deh kalo lo adalah Fried Rice Lovers, pasti dimanapun atau dlm kesempatan apapun lo bakal cari nasi goreng kan? Nah sama aja, kalo lo adalah lovers-nya pacar lo, gausah disuruh lo akan punya rasa 'kehausan' untuk tau kabarnya atau apapun tentangnya. Lalu, gimana dengan bestfriends? Layaknya bestfriends, lo akan ada buat dia kapanpun, ga cuma saat suka tapi juga khususnya saat duka. Ga usah diminta atau dipancing, lo udah ngeh kalo dia emang lagi membutuhkan lo.

It's when you have more playful moments than serious moments. 
harusnya hubungan yang sehat memang begitu, meminimalisir 'kerikil'. menambah candaan dan sukacita, bukan berdebat setiap ada kesempatan komunikasi. that's why, penting adanya kepekaan dan inisiatif diantara pasangan. jadi ga ngulang kesalahan yang sama terus.

It's when you can joke around and have unexpected hugs.
oke, honestly, gue kangen banget masa-masa ini. kangen masa becanda yang bukan 'formalitas' tapi emang karena adanya 'sukacita' itu sendiri kalo lagi sm seseorang. I MISS THOSE MOMENTS.

It's when you two give each other that spesific stare and just smile.

It's when you will stay up all night just to settle your arguments and problems.
Ya, bagian ini juga menjadi hal yang paling gue rindukan. Apalagi karena LDR, susah banget untuk sharing masalah-masalah yang dihadapi. Lagi mumet banget ga bisa cerita. Sekalinya cerita, malah orangnya ga konsen, sekalinya ada kesempatan untuk komunikasi orangnya malah hilang. 

Akhirnya ke kota H


Jumat, 8 April 2011

Cuma satu kata, AKHIRNYA..
Akhirnya, ada juga kesempatan untuk bisa memenuhi permintaan mesh.

Part I
Hari Jumat, ada dua mata kuliah yakni IMC dan Event Management. Tadinya berniat cabut (re:menggunakan jatah absen) untuk hari itu, tapi apa daya, absen IMC udah mencapai garis maksimal, sementara event masih full. Kelas IMC dimulai jam 1.40-16.00, sedangkan jadwal keberangkatan ke Semarang adalah jam 17.30, alhasil gw memohon2 kpd dosen gue yakni Mbak Nadia, untuk keluar kelas lebih cepat. Untungnya beliau dosen muda yang baik banget, dan diijinin. Jam 3 kurang 15, gue izin pulang duluan, langsung suru supir gue ngebut ke bandara. Untuk menyimpan energi, gue memutuskan untuk tidur. Bangun2, 'loh kok masih disini?', bayangin jam 4 gw masih ngantri macet di tol terusan JOR. Ngek.
Mulai ga bisa diem karena takut ga keburu. 
Dalam hati berdoa.
Nyatet di buku memo kecil yang hendak gue kasi ke Mesh sbg 'agenda perjalanan'.
Lama-kelamaan, untunglah jalan mulai lancar, tapiiiiiii kembali macet lagi saudara-saudara. Hadeeh! Udah jam 4.30 masih ngantri di gerbang Tol masuk Cengkareng! 
Deg..deg..deg..deg.. Plis banget dong, kali deh telat..
Gue coba berpikir positif aja, walaupun udh mikir dalam hati 'sempet telat, yaudah..kapan2 aja ya mesh kesananya.. :('
Gw nyoba untuk memejamkan mata, tiba-tiba supir gue mulai nge-gas, yaaaakkk baguuuss, udh lancar!
Udah mulai agak sedikit lega, gue liat jam udah jam 5 kurang 15, dan saat gue memandang ke depan, meeeen dr pintu masuk gerbang Tol Cengkareng yang mau bercabang ke terminal 1 itu udah macet padet. PLIS, cobaan apa lagi ini ya Tuhan. Gue belum check in segala. Awalnya gue mau sabar untuk nunggu, tp tiap kali jalan, cuma se-encrit-encrit, keong kalah lambatnya kali. 
Akhirnya, daripada daripada, gue manggil tukang ojek, dan naik ojek ke terminal 2 sambil menenteng tas baju, tas kamera, dan tas pegangan gue sendiri. 
Dan benar saja, untung gue naik ojek. Parah banget macetnya, gue rasa bukan gue aja kali yang terancam ketinggalan pesawat kalo begitu pemandangan macetnya. Ckckck.
Udah sampe di terminal 2, gue udh berniat lari tp ternyata gue lupa nawar ongkos. Shock pas denger,

tukang ojek   : 30 rb, mbak.
gue               : hah? ga pak, orang deket gitu kok, 15rb!
tukang ojek  : (marah) yee enak aja, drpd ketinggalan pesawat mbak, 30rb!
gue               : 20rb!
tukang ojek  : TIGA PULUH RIBU MBAK! (bentak)
gue               : (malu abis orang2 ngeliatin, dan udh bodo amat drpd ketinggalan pesawat, tp kesel bgt pdhl)          yaudah nih ah !!

Part II
Gue langsung ngibrit lari cari pintu masuk keberangkatan, entah karena hectic banget atau ga hafal bandara karena jarang kesana, atau mungkin campuran keduanya, setidaknya gue membuang 3 menit dengan sia-sia karena ga nemu pintu masuknya, sampe akhirnya gue baru ngeh untuk nanya sm org di mana pintu masuk nya. 
Huh hah huh hah.. Setelah nemu, akhirnya gue lari lagi untuk check in, lamaaa bgt petugasnya, mungkin orang baru kali ya. Udah greget bgt pengen negur tapi ga enak, ga negur juga gue nya yang tersiksa batin karena masih takut ketinggalan pesawat. Ups! Interupsi, bukan hanya takut ketinggalan pesawat, tapi lebih tepatnya, mulai merasakan ketegangan naik pesawat! P.s: ini pertama kali nya gue naik pesawat sendiri, naik sm keluarga aja takuuuut, dan sekarang gue sendiri.
Lari terus, sampai akhirnya gue masuk ke Boarding Lounge dan Pheeewwwww, betapa lega nya karea ternyata ga ketinggalan pesawat, bahkan gue masih bisa istirahat sejenak. Thanks God..

Part III
Di pesawat. WOW, gue sendiri loh! Sekarang lagi di atas nih, entah di belahan Indonesia bagian mana gue ga peduli. Tapi gue diatas dan sendiri. Jujur aja sih, jantung ga berhenti berdegup kencang karena......tegang. Tapi kan malu kalo orang tau gue takut, jadi gue sok cool aja baca2 majalah, nulis2 di memo perjalanan biar mesh tau gue tegang bgt. Tiba2 lagi dibagiin makanan,............... pesawatnya goyang, nahhhh ini dia nih klimaks kalo gue naik pesawat, mamaaaaa.... plis, untuk soal yg ini gue ngaku gue cupu!parah! tegang banget beneran, tapi kembali lagi gue  malu kl orang tau, karena gue sendirian. Dan gue mencoba mengalihkan ketegangan dengan menutup mata, nyanyi dalam hati :

"....bagai rajawali, melintasi langit biru,
bagai rajawali, melintasi badai hidup
di bawah kepak sayapMu, 
Kau bawaku terbang tinggi,
melintasi langit biru,
bagaikan rajawali.." 

Hahaha, cupu abis. Tapi emg kekuatan doa dan lagu itu sangat kuat. Gue ngerasa tegang, tapi entah knp nyaman kaya sok berani malah. Aneh ya? Tegang tp kok sok berani? Ya pokoknya gitu deh. Terus gue juga mencoba men-stimulan diri gue dengan ngmg ke diri sendiri "ayo jangan takut, bentar lagi sampe Semarang, SEMARANG DEVIENA, buat ketemu mesh! Semarang, kota impian lo!" :s 
Di pesawat pun, akhirnya gue mencoba ga tegang dengan ngobrol sama mbak disamping gue. Namanya lupa, tapi dia sempet minta tolong gue untuk fotoin dia pas sebelum take off. Dia kerja jadi perawat di sebuah rumah sakit di Taipei, (pantes aja drtd gue tegang ada goyangan, dia santai 1000%).




dan kurang dari 60 menit, yakni jam 18.40, pesawat landing dengan sempurna di Bandara Ahmad Yani, Semarang. Demi apa? Serius gue udah disini? Cuma itu kata2 yang muncul di otak gue, dan serius, ga kuasa untuk menahan senyum dari landing sampe waktu berada di mobil hotel yang jemput gue :))

Part IV
Ini dia yang paling klimaks dari yang sudah klimaks. Deg-deg an, sumringah, seneng, pengen teriak, SEADA-ADANYA!
Gue udah duduk di Kafe, Akpol. SERIUS? Akhirnya gue kesini juga? Serius? Ga percaya rasanya. 5 jam disana, untuk jenguk mesh. Sampe salah mesen taksi karena salah liat jam, tapi seneng karena ada perpanjangan waktu ketemu :p
Dari ketawa sampe ga ketawa lagi karena sedih mau pisah.
Tapi, akhirnya..
Lega dan seneng banget akhirnya bisa jenguk kesana. 

See you next time, mesh :)
















For you

I missed you today,
just like I did yesterday, and
just like I would tomorrow..

Padi-Harmoni

Our favourite song


Aku mengenal dikau
Tak cukup lama…separuh usia ku
Namun begitu banyak..pelajaran
Yang aku terima
Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Dan terwujud Harmony…

Segala kebaikan..
Takkan terhapus oleh kepahitan
Kulapangkan resah jiwa..
Karna kupercaya..
Kan berujung indah






The greatest gift you can give to someone is time because
it's like giving a portion of your life that you can never get back.

Seperti biasa, setiap bulan ada tradisi di keluarga gue yaitu Ibadah Keluarga/Mezbah Keluarga. Papa, mama. gue, dan adik-adik, berkumpul bersama menaikan lagu-lagu pujian dan penyembahan, sharing Firman Tuhan, dan ditutup dengan doa syafaat.

Tiba-tiba sblm doa dimulai, papa minta kita untuk nyanyiin sebuah lagu pengantar doa. 
(berbicara sendiri dlm khayalan) Kamu mau tau ga lagunya apa mesh? Lagu yang aku suka bgt, lagu yg pernah kamu nyanyiin buat aku sambil main keyboard dan yang rekamannya masih ada di hp ku itu lho.Sayang ya, kamu begini sekarang..Tapi makasi ya udah pernah nyanyiin buat aku.

PRIBADI YANG MENGENAL HATIKU

http://www.youtube.com/watch?v=Hx93qwt9Gvo

Little Mesh

Dear little mesh, 
I need your arm to hug me
I need your words to make me stronger
I need your jokes to make me laugh

and I can't describing how I miss you.. 
Why you always did those stupid things?

Usaha Sampai Ketemu

Emang ga ada abisnya kalo menceritakan kisah-kisah perjuangan ldr yang abnormal dengan 'mereka'. Kami yang nungguin, kami juga yang seolah-olah berlari-lari bercucuran keringat untuk mencari cara agar dapat bertemu atau setidaknya mengeluarkan satu atau dua patah kata, atau pun sekurang-kurangnya melihat sosok nyata dari orang yang selama ini kami tunggu dalam menit-menit berharga.

Kali ini, kisah perjuangan terjadi di Selapa, Lebak Bulus. Mereka mendapat tugas atau istilah ilmiahnya deputasi ke Jakarta dala rangka Sertijab Kapolri yang baru. Seneng awalnya membayangkan bisa menyaksikan penampilan perdananya bermain drum corps, namun ternyata kenyataan berbanding terbalik. Tragedi bermula karena kepanikan gue saat melewati gerbang utama Mako Brimob, saat itu gue melihat tim DC sedang bermain dan berjalan menuju gerbang, sontak gue langsung memberi lampu sen kanan dan membanting setir tanpa melihat kaca spion, dan ternyata dari belakang ada motor yang ngebut dannn.... jedaaaarrr. jatoh deh bemper gue yang memang sebelumnya udah rapuh karena pernah tabrakan beruntun.
Setelah berdiskusi, akhirnya gue melanjutkan perjuangan bersama rekan senasib sejati, Rena. Bermodalkan nekat dan over-confident, gue mulai memasuki gerbang utama Mako Brimob, mungkin karena gue satu-satunya mobil yang isinya orang sipil, polisi disana langsung memberi perintah untuk membuka kaca dan menanyakan hendak kemana gue. Cuma panik yang gue rasakan saat itu, tapi sok tenang aja gue bilang mau ketemu sodara dari AK**L, dan akhirnya gue boleh masuk.

Sayang, pas udah masuk, mereka sudah selesai main DC, tapi gapapa at least masih bisa foto sama dia pake seragam yang super banyak atributnya itu hehehe.

Tentang Selapa, sampai detik ini gue merindukan 3 hari perjuanan ke Selapa. Jam 4an mulai jalan ke Selapa, nungguin mereka sampe selesai makan malam, jam setengah 7 udah nungguin di depan flat atau parkiran, sambil nebak-nebak muka dan cara jalan setiap taruna yang lewat. Kalo ada yang kita kenal langsung SKSD manggil : "eh A, liat B ga?" Hahahaha, gatau malu.

Terima Kasih Selapa, karena lokasi mu yang strategis dan dekat dari rumah kami bisa berkunjung dengan fleksibel.
Buat S, I miss you.

Lebaran 2010

HALO, sudah lumayan lama ya ga berbagi sejak datangnya berkah lebaran 2010 hahahaha. Ohiya, gue mau ngucapin selamat Idul Fitri ya buat teman-teman yang merayakan, God bless you all.

Actually, gue ga merayakan lebaran. Tapi, tahun ini bisa dibilang gue cukup merasakan berkah lebaran :) Berkah lebaran itu tidak lain adalah keluarnya 'makhluk-makhluk langka dari kandang' yang mana diberi kebebasan kepada mereka untuk menghirup udara segar di domisili masing-masing. 8 hari sebenarnya bukan waktu yang panjang untuk membayar penantian dan penderitaan selama ini. Yaaaa bayangin aja, sehari-hari ga bisa berkomunikasi, selain hari Sabtu dan Minggu. Itu aja ga pasti, kadang ada A-lah, B-lah, C-lah yang menghambat mereka untuk keluar. Sekarang ini sih bukan saat terburuk untuk gue, karena tahun 2009 lah masa-masa terberat yang harus gue lewati. Ok, back to the topic. Berapa lama pun mereka ada disini, ayo bantu gue berteriak "HOREEEEEEEEEEEEEEE!"

Hmm, kalo di-kalkulasiin gue memiliki tiga hari defisit. Satu diantaranya karena gue harus me-rekontruksi suatu hal dengannya, dan dua hari yang lain ga bisa ketemu karena sama-sama lagi ribet dengan rumah masing-masing. Mungkin saat lo baca artikel ini timbul pernyataan, 'kok lebay banget sih tiga hari ga ketemu aja?' yaaaa emang bakal lebay untuk kalian, tapi sangat NORMAL untuk gue dan teman-teman senasib lainnya. FYI, institusi pendidikan makhluk-makhluk ini pelit banget deh soal cuti hihihihihi, rasanya kalo punya banyak uang mau deh setiap bulan mengunjungi institusi ini hahahaha lebay banget.

Sebenarnya, ga ada hal-hal special sih yang gue habiskan selama 8 hari ini. Mostly, masih sama seperti cuti-cuti yang lalu. Makan di Akoen, Wijaya; Coffee-ing di Anomali, Senopati; Ngurus nomor XL di Blok M (rrrrrrrrrrr mal satu ini emang agak gimana ya kalo dibaca tapi jujur menyisakan sebuah memori romantisme putih abu-abu--read SMA 6 ;p), Gereja di GPIB Ekklesia, dan yang pasti adalah mengunjungi Polsek untuk mengurus surat cuti.
Nah, tapiiii ada yang istimewa nih di cuti kali ini. Jadi singkatnya ada acara lah di keluarganya, acara yang menurut gue cukup besar dan cukup sukses membuat gue nerveous. Gue ga mau menceritakan detail-nya seperti apa karena menurut gue cukup untuk konsumsi pribadi aja, tapi yang mau gue bilang hari Sabtu itu tepatnya 11 September 2010 adalah hari terindah di cuti lebaran tahun ini hehehehe, bisa dibilang banyak kejadian-kejadian kecil yang luar biasa hehe *blushing

Hari-hari berlalu sangaaaaaaaaaaat cepat, ehhhh udah hari Senin aja, yang mana makhluk-makhluk tersebut harus kembali ke kandangnya, daannn yang artinyaaaa.....mari bantu gue membisikan "welcome back to the reality" realita yang sangat berbanding terbalik dengan dunia saat ini. Di saat kancah perteknologian kian melesat, tapi nasib makhluk-makhluk ini beserta keluarga dan jajarannya (read--para penanti) sangat berbeda, seolah-olah sedang menapaki peradaban era Pitecanthropus Erectus dimana ga mengenal komunikasi dan teknologi. Zzzzzzzzzz. Oke oke, gue gamau memperlemah batin karena sebenernya emanng paling lemah di hari-hari awal penghapusan kenangan cuti. Kalo mengutip dialog dari Full House : "Aja-aja, Fighting!" (yang ga ngerti, nonton dulu yaa hehe)

Sebelum menutup cerita gue hari ini, gue mau titip salam untuk Mbak Tuti di Ngawi, Jawa Timur ; Mbak Karniti di Jawa Tengah; dan Mas Andi yang sedang dalam perjalanan balik ke rumah, CEPEEEEEEEEEEET PULAAAAAAAAAANGGG,  I need you all hahaha. Mbak, serius deh udah capek banget nih kerja rodi, mbak pulang ya, cepetan ya, nanti aku beliin Bakso Kumis 10 mangkuk :p

Goodnight and Sleep tight someone out there, God bless you and me

You don't care by Leona Lewis

All those tears from yesterday,
they didn't wash away the pain

So long overdue
Those tears were for you
Don't say you love me again
just because you see the end
Don't act like you care
It's too late to pretend


I never wanted to burn out bridges
but I'm so tired
It's so hard to walk away
but I can't wish for yesterday

 I don't wanna lose you
I don't wanna lose you
But it's so hard

when you don't care anymore
Our love was amazing
Now it's not worth saving
Something tells me you don't care
You don't care anymore

Someday soon you'll understand
when no one's there to hold your hand
When loneliness is
your only friend
I'm not saying there won't be
another time for you and me
I won't let love die
or let you hurt me again
 
Someday when you're all alone
When you've got no hand to hold
You will think of me
I don't wanna lose you
Don't wanna lose you
Something tells me you don't care
You don't care

status-mate

"Friendship needs no words- it is solitude delivered from the anguish of loneliness"

Namanya Mascarena Samora dan Carinna Putri Linanta.
Awalnya, gue dipertemukan dahulu dengan Rena. Melalui percakapan singkat antara gue dan ka tasya (salah satu teman gereja gue yang kebetulan kenal dengan rena), gue jadi tahu sedikit tentang rena yang ternyata punya 'status' yang sama seperti gue. Rena kuliah di Atma Jaya jurusan Hukum 2008, rumahnya di Bintaro. Dia punya boneka kesayangan namanya Peepoo (bener ga ejaannya ren?). Aksi pertama adalah add rena lewat Facebook, lalu dilanjutkan dengan aksi kedua yaitu chat lewat MSN. Gue masih inget banget, waktu itu belum ada WiFi di rumah gue, akhirnya pulang kuliah gw bela-belain ke Choco Corner di Pejaten Village biar bisa chatting. Hahahaha konyol banget. Kita ngobrol panjang lebar dan saling menumpahkan perasaan yang kira-kira selama tiga bulan dipendam masing-masing. Wah rasanya seperti menemukan mata air di tengah gurun *lebeh, ya setidaknya gue lega banget karena menemukan 'teman senasib' (kenapa ga kenal dari 21 juli 2009 aja ya yang mana hari terberat kami). Pokoknya singkat cerita, kita makin intensif komunikasi sejak hari itu apalagi tidak lama setelah itu WiFi gue nyala di rumah YIHAAAA :) Bisa dibilang hampir tiap hari chatting sama rena walaupun yang dibahas ya itu-itu lagi. Tapi entah kenapa ada kepuasan tersendiri waktu bisa melampiaskannya sama teman senasib. Kami bisa super duper heboh kalo salah satu dari kami tiba-tiba dapat 'kejaiban 3 menit' yang di era itu menjadi tren.Ppasti secara otomatis yang satu sms yang satu, dan yang satu langsung wawancara singkat tentang apa saja informasi yang didapat dari yang dapat keajaiban. It's like a silly thing, tapi sekali lagi ada kepuasan tersendiri aja. Setidaknya jadi tahu kabar seseorang di luar sana yang jauh dari peradaban manusia moderen. Makanya sudah biasa bagi kami untuk saling menitip salam apabila salah satu dari kami mendapatkan 'keajaiban 3 menit'.
Pertemuan perdana gue dan rena terjadi saat dua orang yang sempat hilang ditelan bumi akhirnya mendapatkan jatah cuti di Jakarta setelah mereka dilantik di lembaga pendidikan sebuah instansi milik negara. Kita ketemu di Brewww, Kemang. Satu kebiasaan yang sampai hari ini masih dilakukan adalah, entah kenapa secara otomatis langsung nyengir atau ngekeh sendiri saat ketemu, (biasanya dibarengi dengan menutup mulut masing-masing '________________')


Nah, sedangkan yang satu ini namanya Inna. Dia kuliah di Perbanas International jurusan Manajemen 2009, rumahnya deket dari rumah gue, mobilnya Swift warna ungu yang kalo lo buka pintunya lo seperti hampir jatoh karena diserbu wangi-wangian yang sangat tajam dr pengharum mobilnya hahahaha *lebay
Satu kata buat inna dari gue dan rena adalah: pasrah. Iya, dia emang paling pasrah kalo tentang 'keajaiban 3 menit' suka ngakak aja bareng rena kalo inget-inget ke-pasrahannya dia hahahaha. Kenapa bisa kenal inna? Ya kembali lagi kami bertiga dipertemukan karena suatu 'status', lebih tepatnya sih kenalan dengan inna di Nathan's Coffee, Sky Dining. Waktu itu inna pake baju warna hitam dan bawa plastik belanjaan dari Centro. Well, singkatnya kita bertiga semakin intensif berkomunikasi bahkan walaupun inna sedang melepas 'statusnya' yang gue dan rena harapkan dan usahakan segera menyandang kembali statusnya. (bagi jojoba yang melihat blog gue dan merasa hatinya ditarik setelah melihat foto innaa, hubungi gue ya hahaahah becanda)


Ya itu tadi sekilas tentang mereka yang mengisi hari-hari gue *ciyeeeeeeeehhhh
Intinya rutinitas yang kami lakukan banyak yang ga penting, tapi entah kenapa tetap dilakukan dan semakin direncanakan hahahaa, seperti : hampir ga ada hari tanpa ngobrol via msn, atau mereka BBM-an dan salah satu menjadi perantara ke gue berhubung sampe detik ini gue memutuskan masih apatis dengan BB. Main di rumah salah satu dari kami, ngobrol ngalor ngidul biasanya ditemani semangkuk bakso atau sebongkah cemilan. Sayangnya. sampe hari ini belum pernah menginjakan kaki di tanah Bintaro (rena's) karena jauh ;p, belajar masak bareng yang pada akhirnya ......... (isi sendiri) dan  yang bener-bener menarik adalah wisata kuliner. Oh, hampir lupa, ga ada pertemuan tanpa KAMERA, mungkin ini kata benda yang sangat mendeskripsikan gue, rena, dan inna bgt ya, yaitu KAMERA. Entah penyakit bawaan entah suatu hal yang normal, you named it. (foto-foto terlampir ya di entri berikutnya)

Yang jelas terima kasih pada CK dan DM yang telah mengirimkan teman-teman terunik ini untuk gue..

*copy from my entry last Saturday

Well, situasi yang gue hadapi hari ini bukanlah untuk yang pertama kalinya. Bisa dibilang udah jadi makanan sehari-hari. (gue akan ceritakan di bagian lain) .Tapi hari ini bener-bener ga bisa gue tolerir. Tiga minggu yang cukup membuat perasaan gue DATAR sama lo. Ada apa sih dengan lo? Lupa ya sama gue?

Rasanya pengen teriak sekenceng mungkin di depan dia (serem juga ya tapi). Kalo dengan 'posisi' dia yang sekarang aja udah sebegini cueknya dan anehnya gimana nanti 'empat bulan lagi'  I CAN'T IMAGINE.
Setelah menumpahkan rasa kesel dan sedih gue ke beberapa temen gue yang baik, dan tentunya setelah gw menumpahkan perasaan gue dengan nangis sepuasnya, gue teringat kalau tadi dapet sesuatu di TBI (The British Institute). Panggil dia Colm, dialah yang memberikan obat ini tadi. Ice-breaker kecil yang seengganya bisa sedikit merenggangkan otot-otot tegang yang merayap di wajah gue beberapa hari ini khususnya hari ini, hari dimana seharusnya gue bisa menghabiskan kurang lebih dua jam untuk berkomunikasi dengan ORANG ITU. 

So, read carefuly and try to do it!
 aturan: ucapkan kata-kata di bawah ini secepat dan sejelas mungkin

"Betty bought a bit of butter but 
the bit of butter betty bought was bitter 
betty better buy a better bit of butter"

Buat lo yang saat membaca blog gue sedang merasakan hal yang sama dengan gue, coba deh obat di atas, dijamin seburuk apa pun muka lo saat ini, pasti akan sedikit mengembang karena tertawa sendiri setelah melakukannya.

Postingan Lama Beranda